Pages

Subscribe:

Pages

Selasa, 20 Mei 2014

Papa Bukan Koruptor!! (part 1)




“Ayu, uang untuk bayar sekolah udah dibayarkan?” Papa memanggilku dari lantai dua.
“Emm, Sudah , Pa” Jawabku ragu.
“Jangan bohong, ini Papa nemu uang 350 ribu di laci mejamu. Uang siapa ini? Kemarin papa ngasih 500 ribu, yang 150 ditaruh mana hayo?” Papa turun sambil membawa uang 350 ribu.

“ketahuan lagi deh” Bisikku lirih. Padahal gua sudah berusaha banget sembunyikan uang itu dari ayah. Bahkan sampai di laci meja belajarku, yang gua sendiri jarang buka, Papa tetep bisa menemukan uangnya.
“Berapa kali papa bilang, uang sekolah untuk sekolah, jangan dibuat yang lain” Wajah ayah jelas memerah menahan marah. Ah, memang gua salah. Tapi, serius gua pakai uang sekolah itu bukan buat yang jelek kok. Masa papa gak mau toleransi.
“Gini ,Pa. Kemarin kan ada bakti sosial di sekolah. Gua sebagai panitia datang langsung ke lokasi untuk bakti sosial.  Sekalinya, diluar dugaan ,Pa. Sumbanganya lebih sedikit daripada yang menerima. Jadi, gua sama temen-temen sepakat iuran. Gua sumbangin uang 150 ribu untuk sekolah ke acara amal itu. kan buat kebaikan ,Pa?”  Gua mencoba merayu papa.

“Ayu, misalkan kamu butuh uang, coba yang jelas sama papa, walaupun darurat seperti itu, uang untuk keperluan lain gak boleh dipake untuk kepentingan satunya. Kamu harus membiasakan diri...” bla, bla, bla. Papa selalu gitu.
Gua  heran, sebenernya kenapa sih kok di rumah ini urusan keuangan ketat banget. Mama kalo kasih uang jajan ketat, papa juga ketat kalau urusan bayar sekolah dan sebagainya. Katanya sih biar terbiasa. Tapi, plis. Ini rumah lho, bukan kantor.

Gua agak maklum sih kalo papa emang ketat dalam ngurus keuangan. Pekerjaan papa di KPK sebagai penyelidik membuat papa menerapkan sistem anti korupsi di keluarga gua sejak kecil. Dan gua sudah mulai membiasakan diri. Buktinya gua gak bisa bohong kalo ditanya masalah uang. Haha.

Papa pernah bilang, pekerjaan papa sebagai penyelidik ini bukanya gak mungkin membuat papa jadi incaran beberapa orang yang gak suka sama papa. Dan bahkan keluarga gua. Papa berpesan, gua dan keluarga gua harus siap menerima apapun yang terjadi. Tetap tenang katanya.

Korupsi memang udah merajalela di negeri ini, dari yang atas sampai bawah sudah pasti punya pengalaman pribadi tentang korupsi. Tergantung individu masing-masing, mau nggak mereka ngambil uang korupsinya?
Tugas papa gua adalah penyelidik. Papa merupakan penyelidik keuangan di KPK. Tugasnya ya setahu gua menyelidiki keuangan tersangka korupsi, mengumpulkan bukti dan bahkan kadang melakukan penangkapan.
Sudah banyak orangyang ditangkap papa gua. Banyak juga yang masih diselidiki sama papa gua.
Salah satunya yaitu Guntur. Bendahara Polda di provinsi gua.

Gua sering banget dengerin papa cerita bareng sama partner kerjanya, Beni. Pak Beni ini masih muda.  Umurnya lebih muda 10 tahun lah dari papa. Baru diterima kerja di KPK tahun ini. Kira-kira 4 bulan.
“Gimana , Ben. Kemarin kamu sudah dapatkan buktinya?” suara papa terdengar sampai kamar Gua.
“Iya , Pak. Bukti sudah lengkap. Tinggal kita ringkus” Kata Pak Beni bersemangat.
“Yasudah, saya ganti baju dulu , sesuai rencana, kamu ke Markas panggil bantuan, saya ikuti tersangka yang akan melakukan transaksi” Ku dengar pintu kamar papa dan mama terbuka. Lalu papa pamitan ke mama.
“Ayu, Papa kerja dulu ya, Nak” Papa juga berpamitan ke aku.

**
“Breaking news.Sutoyo, Salah satu anggota KPK tertangkap basah sedang melakukan transaksi di Jalan Brigjen Katamso, Mojokerto. Penyidik ini diduga kuat terkena kasus korupsi untuk menghilangkan bukti dari kasus yang menimpa Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto...”
Berita itu sejenak membuat rumah kami hening dan senyap. Gua kaget. Papa Gua yang tugasnya memberantas korupsi, malah jadi tersangka kasus korupsi. Gimana bisa? Gua shock.

Sebenernya udah sering Papa mewanti-wanti gua supaya tetap tenang walau apapun yang terjadi. Tapi, dengan berita ini , Gua shock. Mau dibawa kemana muka gua. Temen temen gua di sekolah pasti bakalan ngeledek gua , nama gua hancur.
Tapi , Gua yakin. Ini semua gak benar. Pasti ada yang berusaha menjebak Papa! Pasti ada, gua tahu ini!!!

0 komentar:

Posting Komentar